Senin, 16 Februari 2009

Ketika Hasil tidak sesuai Harapan

Hampir seharian aku habiskan waktuku di depan komputer, mengerjakan proyek yang semakin lama kukerjakan semakin terasa membosankan. Selama itu pula aku mengalami banyak hal yang tidak mengenakan. Dadaku sesak menahan segala emosi yang mendera hati, ketika berbagai jalan yang kucoba untuk menyelesaikan masalah ternyata melenceng dan tidak menyelesaikan masalah. Detik demi detik yang kupunya telah ku korbankan namun semua itu tak sedikitpun mendekatkanku pada target pencapaian. Maka kata-kata kotorpun tak dapat kukontrol. Aku mengomel sendiri seperti orang gila. Atau seperti Komputer yang kena Hack dan diremote oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Begitulah manusia, jika nafsu menguasai diri, maka tidak ada lagi akal sehat.

Aku coba berbesar Hati dan berpikir positif bahwa aku pasti akan bisa menyelesaikan masalah tersebut. Aku coba instirahatkan pikiranku karena komputer saja kalo dipaksa untuk bekerja, maka kinerjanya semakin lama akan semakin loyo, begitupun Otak manusia, semakin dipaksa maka akan semakin mengalami kejenuhan atau kebosanan. Maka refresing aku pikir adalah hal yang harus aku lakukan saat itu. Aku coba dengerin musik, dari Nasyid hingga musik garing. Setelah merasa OK aku coba lagi cari Solusi. Hampir merasa berhasil dan kebahagiaan sudah mendekat, tapi ketika aku tes ulang ternyata belum mencapai sempurna.

Aku berbaring mencoba meredakan amarah, tapi terasa hampa jika hanya menelan kepahitan. Maka aku banting saja bantal yang ada di sampingku. Ya… masih untung bukan laptop yang aku banting :D atau HP, seperti yang dilakukan temanku karena jengkel dengan error programnya yang tidak kunjung ketemu. Maka dengan gagah berani dia pukulkan Hpnya di Lantai hingga berhamburan Isinya. Belum puas ia ambil tuh HP yang sudah tidak berdaya lalu memukulkannya lagi ke diding. Kasihan sekali ya tuh si HP.

Aku pungut kembali si bantal yang telah kubanting, lalu kupeluk erat-erat. Tiba-tiba saja aku membayangkan sedang memeluk seorang istri :). Oh… betapa indah bahagianya punya istri, palagi solehah, cantik dan berbudi luhur serta komunikatip :”> Tapi… bagaimana jadinya ketika aku punya istri lalu aku marah-marah dan ngomel seperti ini? Wah gawat… bisa-bisa tuh istri juga ikut dibanting. Wakaka :))

Ah… beginilah pekerjaan seorang programmer amatiran. Menguras otak hingga titik jenuh. Jika tidak bisa memecahkan masalah mungkin solusinya adalah memecahkan barang yang dimilikinya :p . Maka diperlukan pembinaan khusus tentang kesabaran dan arti perjuangan. Bahwa segala usaha itu harus dilakukan dengan kepala dingin dan ketenangan hati. Karena Otak para programmer digunakan extra, maka diperlukan “heatsing” atau pendingin yang Mantap. Maka sambil menguras otak seorang programmer harusnya sambil mendengarkan lagu-lagu yang membuat tentram seperti nasyid. Atau Lebih baik mendengarkan Lantunan Al-qur’an. Hm… ada solusi yang lebih baik:menikah. HAH… Kok bisa? Iya Jadi jika seorang programmer sudah punya Istri, maka ketika emosi sedang naik, peluk aja tuh Istrinya, insyaallah reda(Hahaha… Cuma Angan-anga aku ajah :D). Tapi jangan dibanting ya… Gawat itu mah :D

Hingga jam 5 Sore, upayaku belum memenuhi target. Aku telan pil pahit kekecewaan. Tapi bagaimanapun ini adalah fakta yang harus kuterima. Aku telah berusaha semampuku mencari solusi, menahan dada yang terasa ingin meledak, dan aku telah berusaha untuk berlapang hati. Ya aku terima semua ini dan aku jadikan semua ini sebagai pil pahit yang harus kutelan yang kelak akan membuat diriku lebih baik di hari esok.

Kita mungkin kecewa dengan hasil kerja yang tidak sesuai dengan harapan kita. Sementara sudah banyak upaya yang telah kita korbankan. Tapi perlu diingat bahwa ini semua adalah proses yang harus dijalani untuk menuju hasil yang diharapkan. Tanpa proses itu mustahil semuanya akan tercapai. Jadi nikmatilah proses sebelum kita nikmati hasilnya..

Aku ucapkan terima kasih buat Mba purna atas segala nasehatnya. Sukses buatmu selalu. Semoga selalu istiqomah dalam jalan kebaikan. Amin. Buat pembaca, aku ucapkan terimakasih pula udah mampir di blogku n nyempatin baca tulisanku :).

3 komentar:

  1. boleh komen khannn!!!!
    klo mnurut ku sih,,,kmu tuh masih bingung,harus ngapain!!!!,,,tapi saya suka satu hal dari kmu
    bahwa kmu tau klo sesuatu itu butuh proses
    betul itu
    tapi kita gak boleh hanya tau aja
    tapi dihayati kata2 itu,,,dirasakan dan dijalankna
    bukan hanya dimulut aja

    BalasHapus
  2. sabar chest,,,,!
    Allah tu kasih kita cobaan sesuai kemampuan kita so jalani aja,,n gak ush ngeluh,,
    ntar kebahagian pasti akan datang,,,
    eh eh eh..beneran nich klo punya istri di banting juga???? ihhh jadi takut nieh
    mo jadiin kmu presidennya aku ..Xixixixixixixi
    pokoe chest,sing sabar ikhlas n tawakkal okayyy!!! by grecekgir@yahoo.co.id
    nie aq pake blog teman

    BalasHapus
  3. InsyaAllah istri mah gak mungkin dibanting. Karena seorang suami yang baik harus menjaga dan menyayangi seorang Istri, bukan menyakiti.
    Makasih atas segala masukannya :)

    BalasHapus