Selasa, 17 Februari 2009

Orang dewasa yang tertinggal

Belakangan ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Tiap hari kerjaanku di depan komputer menikmati baris-baris kode program, memutar otak hingga titik jenuh, mengomel sendiir seperti orang gila, melempar benda didekatku jika satu masalah tak kudapati jalan keluar . Secara tidak sadar aku sebenarnya banyak melalaikan banyak hal. Ada banyak hak-hak yang terabaikan. Waktu yang kumiliki telah banyak ku korbankan hingga tak sadar bahwa jatah waktuku semakin berkurang sedang umurku semakin tua. Tapi kedewasaan diri masih tertinggal jauh. Aku manusia dewasa yang kedewasaanya tertinggal.

Kenapa aku tidak sedewasa umurku? Sedangkan aku dapati banyak temanku yang kedewasaan sikapnya tampak jelas dalam usia yang masih muda? Setelah kuteliti dan kuanalisa, ternyata penyebab semua itu adalah: aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Aku anak komputer yang kesehariannya kuhabiskan bermain di dunia virtual dan banyak melalaikan dari interaksi dengan manusia di dunia nyata. Mereka yang pemikirannya dewasa adalah orang-orang yang aktif dalam keorganisasian/perkumpulan dan banyak berinteraksi dengan dunia sekitar.

Dalam suatu kajian, sang murabi memberikan nasehat kepadaku tentang 2 cara meningkatkan kedewasaan diri: Aktif dalam Organisasi, apapun itu baik partai atau organisai kampus atau lainnya; dan yang kedua adalah dengan wiraswasta.

Sudah saatnya aku merubah sikap dan memperbaharui tindakan keseharianku. Tidak ada kata terlambat bagi yang udah telat. Karena dewasa adalah, sedangkan tua adalah kepastian karena mengikuti waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar